Profil: Masih Mahasiswa Tapi Jadi Programmer PHP, Javascript, Python

STMIK Jabar punya salah satu mahasiswa berbakat yang jago programming. Namanya Ahmad Muhaimin, programmer muda yang menguasai bahasa PHP, Javascript, Python.

Kemampuan dalam programming-nya sudah tidak diragukan lagi, ia sudah pernah membuat Website Marones Coffee, aplikasi inventaris, website Daihatsu, Microsite Daihatsu, aplikasi Atensi Polda, dll.

Di balik kemampuan programming yang super keren itu, ternyata A Ahmad ini memiliki cita-cita sebagai TNI loh.

Wah menarik kan? Indonesia pasti butuh banyak orang-orang berbakat seperti A Ahmad.

Salam Jari Ngoding! hehehe

Keamanan Web, Karir TI Yang Keren!

Salah satu kajian yang paling menantang dalam ilmu komputer adalah kemanan sistem informasi (SI). Kajian ini merupakan salah satu pilihan topik penelitian dan diberikan dalam bentuk mata kuliah.

Keamanan SI memiliki beberapa istilah, antara lain information security, cyber security, dll. Banyak perusahaan dan instansi membutuhkan orang-orang yang jago security karena semakin hari media online semakin tidak tertolak lagi penggunaannya, termasuk yang melibatkan data-data penting yang rawan pencurian.

Sementara itu, tak sedikit orang yang suka mencoba membobol suatu sistem opnline, baik yang hanya iseng maupun yang dilakukan secara profesional. Karena inilah orang-orang yang jago security sangat dibutuhkan.

Analoginya, semakin banyak penjahat, maka polisi harus semakin banyak dan cerdas. Begitu juga dalam dunia maya, semakin banyak aplikasi online, kemungkinan semakin banyak penjahat online; semakin banyak penjahat online, maka harus semakin banyak polisi-polisi online yang sangat mumpuni di bidang Information Security.

Keamanan web merupakan bagian dari information security. Bahkan web juga bisa dibagi lagi menjadi sekelas web blog dan Media Sosial (MedSos). Gambaran riilnya dari kemanan web itu kita bisa mengingat web KPU yang sangat diguncang kekhawatiran bahwa ada data Pemilu yang di-hack, bahkan dimanipulasi. Dengan demikian, KPU menghadirkan pakar kemanan SI di persidangan.

Gambaran sederhananya, salah satu keamanan web itu adalah password, yang memiliki beberapa karakteristik:

  1. Huruf yang diketik tidak muncul, tapi hanya bulat-bulat hitam
  2. Huruf yang diketik dan disimpan, ada yang bisa dibaca di database, ada juga yang dienkripsi sehingga kita tidak tahu password yang disimpan. Kita ngetik satu huruf, tapi tersimpannya bisa lebih dari 5 huruf.
  3. Dll.

Nah, itu salah satu yang pernah aku pelajari tentang keamanan Web. Nanti, semoga bisa berbagi tentang kemanan web lebih teknis dan prospek kerjanya. Yang jelas, bidang ilmu ini bisa jadi bahan Skripsi (S1) atau tesis (S2).

Programmer PHP: Laravel atau CodeIgniter (CI)?

Dua framework populer saat ini, Laravel dan CodeIgniter (CI). Dengan framework, pembuatan web akan terasa lebih mudah dan relatif lebih cepat. Di kampus, ada dosen yang sekaligus praktisi programmer dan juga developer yang menggunakan kedua framework tersebut. Bahkan mahasiswa juga ada yang kuliah sambil jadi programmer menggunakan framework tersebut.

Pendeknya, Laravel biasa digunakan untuk membuat web skala besar, sedangkan CI untuk web skala kecil-menengah. Akan tetapi, proyek-proyek skala kecil-menengah biasanya lebih banyak dari skala besar. Di samping itu, semakin besar suatu web, maka tim juga mungkin akan membutuhkan lebih banyak personil.

Bagaimana tahapan belajarnya?

Enaknya belajar native PHP terlebih dahulu. Apa itu native PHP? Bila kita pertama kali belajar PHP, maka biasanya materinya native PHP.

Setelah native PHP, kita belajar CI. Walaupun bisa saja dari native PHP, langsung belajar Laravel. Akan tetapi, beberapa orang menganggap CI relatif lebih mudah dari Laravel.

Web-web pemerintah ada yang dibuat menggunakan Laravel. Sementara CI ada yang digunakan untuk web kampus, yang kami tahu.

Lalu mau pilih yang mana? Mau CI ataupun Laravel, yang penting jago! Hehe

Bagaiaman belajarnya?

Saya dan teman-teman belajar di kelas saat mata kuliahnya, juga ikut inkubator seperti ekstrakulikuler di sekolah. Target belajar kami, ngoding tiap hari sampai jari terasa keriting agar cepat dapet proyek! ahaha

Tiga Konsentrasi Lab. Komputer: Kita Pilih Mana?

Mendengar komputer? Banyak orang menganggap kita serba bisa. Namun, tidak demikian faktanya. Orang-orang lulusan S2 belum tentu bisa nyervis komputer, lulusan luar negeri sekalipun. Orang-orang yang jago nyervis, kemungkinan besar akan pusing mengerjakan penelitian-penelitian S2.

Menguasai komputer/informatika itu mirip dunia kedokteran. Kita sebaiknya memiliki konsentrasi satu bidang, seperti dunia kedokteran yang memiliki spesialisasi gig saja, THT saja, kulit saja, penyakit dalam saja atau spesialis yang lain.

Komputer juga begitu, kita harus memilih spesialisasi masing-masing.

Ada tiga konsentrasi Lab. Komputer, yaitu:

  1. Lab. AI (Kecerdasan Buatan)
  2. Lab. RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)
  3. Lab. Jaringan Komputer.

Walaupun sebagian teman kami ada yang merasa sangat tertarik dengan Artifial Inteligence (AI) karena terasa keren, tapi untuk dunia “duitisme”, RPL dan Jaringan tidak kalah kerennya.

Kemampuan RPL bisa mengantarkan kita membuat aplikasi-aplikasi, mulai dari yang sederhana sampai yang hebat. Contoh, mulai membuat web kampus sampai web-web pemerintah dan perusahaan besar. Membuat web kampus mungkin saja tidak semua dibayar mahal karena masih banyak kampus yang enggan mengeluarkan dana untuk pembuatan web. Tapi kisaran ratusan ribu hingga di bawah 5 juta, tentu saja kampus gak bisa menolak. Mereka “dipaksa” oleh jaman untuk membuat dan melengkapi web kampusnya.

Jaringan Komputer cenderung lebih menantang dari RPL bila dilihat dari segi modal untuk belajarnya. RPL cukup menggunakan satu unit komputer kecil, sedangkan jaringan minimal menggunakan dua komputer/laptop. Akan tetapi, penghasilannya pun cmantap. Beberapa lembaga biasanya sudah butuh jaringan komputer, misalnya di lab. kampus atau di kantor yang berharap sebagian data dari ruang administrasi bisa diakses oleh ruang lain. Kami menyebutnya, uang dari skill jaringan komputer itu biasanya berbentuk proyek lembaga, seperti proyek kantor, proyek sekolah, proyek universitas, dll. I

Sedangkan AI (Kecerdasan Buatan) nampak terasa lebih keren bagi sebagian orang karena pengembangannya bisa mengarah pada robotika. Aplikasi-aplikasi sederhana berbasis AI bisa berupa Sistem Pakar untuk mendeteksi suatu penyakit, untuk mendeteksi kerusakan komputer, dll. Sebagai info nih, bagi yang jago matematika, teman-teman bisa melakukan penelitian-penelitian bidang AI yang isinya banyak dijejali rumus-rumus matematika informatika. hehe

Rapat BEM STMIK Jabar dan Rencana Qurban tahun 2020

Yang dibahas pertama kali dalam rapat ini mengenai kegiatan beberapa UKM yang ada di STMIK JABAR. UKM tersebut yakni UKM LDKMIS yang berhubungan dengan keagamaan, UKM Pengembangan IT yang tentu saja berhubungan dengan IT, UKM TAB’S yang berhubungan dengan bisnis, UKM Media Kampus yang berhubungan dengan kreativitas dalam mengelola suatu media, UKM Olahraga & Seni yang mungkin sudah jelas ya keterkaitannya dengan apa. Lalu ada UKM Pecinta Alam yang tentu saja berkaitan dengan alam, dan ada UKM KSR yang tentu lebih berkaitan dengan kesehatan. Continue reading “Rapat BEM STMIK Jabar dan Rencana Qurban tahun 2020”

Alunan Quote dan Gitar BAAK “K-Pop”

Pak Imam atau sering kami dengar teman memanggilnya “A Imam”, ada juga yang manggil “Kang Imam” adalah kepala BAAK STMIK Jabar saat ini. Kalau nanya nilai, kami biasanya nanya A Imam.

A Imam ini lulusan Informatika. Akan tetapi, tarian-tarian coding dan algoritma tak membuatnya terkekang dalam berkreasi.

IG-nya, @imam_sh93, seringkali berbagi quote-quote indah, inspiratif, bahkan puitis dan lucu. A Imam juga pandai menarikan jari jemari sambil merenda suara dan petikan gitarnya. Eh iya.. A Imam ini mirip-mirip Korea yaa 🙂 🙂

Indonesia Darurat Programmer

Belajar bahasa pemrograman atau lazim juga disebut ngoding merupakan salah satu yang dipelajari pada disiplin ilmu bidang TIK dalam menjawab tantangan di era Revolusi Industri 4.0.

Setiap harinya di Indonesia banyak sekali lowongan pekerjaan yang membutuhkan programmer baik itu programmer berbasis web ataupun mobile dan juga profesi serumpun lainnya. Menurut informasi dari Kominfo, Indonesia berambisi menjadi negara ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara pada 2025 mendatang. Namun jumlah programmer yang ada saat ini menjadi kendala dan disebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan alias supply and demand masih belum balanced.

Dan sebagai perbandingan kualitas Pendidikan khusus TIK Indonesia menempati peringkat ke-8 di Asia Tenggara dan masih kalah jauh oleh negara tetangga lainnya. Selain kualitas pun juga dengan kuantitas programmer di Indonesia masih sedikit sekali jika dibandingkan dengan kebutuhan dunia Industri. Sehingga banyak perusahaan raksasa di Indonesia sebut saja seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka “mengimpor” tenaga ahli dari negara lainnya untuk membantu membangun sistem dan infrastruktur terutamanya yang paling saya sering dengar adalah dari negara Bollywood alias India.

Lalu ada dimana programmer Indonesia?
Lewat info dari beberapa teman yang bekerja di perusahaan sekelas Unicorn di Jakarta. Pada umumnya tenaga ahli yang diimpor oleh perusahaannya merupakan seorang ahli Software Engineering yang sengaja didatangkan untuk melatih (training) programmer dari negri kita sendiri. Dan tenaga ahli inilah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan skill programming adapun mereka dibayar per jam nya berkisar pada 4 digit dollar!

Bukan berarti penulis merendahkan kualitas dari tenaga ahli asal negri sendiri, akan tetapi jumlahnya yang masih sedikit memaksa banyak perusahaan besar untuk merekrut dari negara luar sebagai langkah akselerasi yang paling efektif.

Dan sebagai bahan pertimbangan terutama bagi mahasiswa jurusan TIK, baik yang focus sedari awal masuk kuliah ataupun mahasiswa yang merasa salah dalam mengambil jurusan, ayo tanggung jawab selesaikan kuliah dengan baik dan jangan lupa mulailah belajar ngoding dari sekarang! (Galih, M.Kom., Dosen STMIK Jabar)

Perpustakaan Digital

STMIK Jabar terus berbenah diri, salah satunya dengan membangun perpustakaan online (lib.stmik-jabar.ac.id). Langkah ini diharapkan akan menjadi titik awal menuju perpustakaan digital yang lebih memprioritaskan pada penyediaan referensi-referensi tentang Teknologi Informatika dan Sistem Informasi.

Dengan perpustakaan online, para pengguna perpustakaan, terutama mahasiswa minimal dapat mencari referensi dari mana pun selama ada koneksi internet, misal dari rumah masing-masing, luar kota, dan tempat lainnya.

Awalnya, perpustakaan dikembangkan oleh perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional. Sekarang, dikembangkan oleh komunitas pustakawan, setiap orang berhak untuk berkontribusi. Prinsip pemasarannya antara lain: release early, release often, dan mendengarkan pemakai.

Secara umum, perpustakaan terbagi menjadi tiga bagian, yakni Pengolahan (pengadaan), Sirkulasi (peminjamanan dan pengembalian), dan Referensi (hanya boleh dibaca di tempat).

Semoga perpustakaan STMIK Jabar bisa terwujud menjadi perpustakaan digital yang mencerdaskan bangsa, terutama melek Informatika. Salam Literasi! (Agus, S.Kom., Pustakawan STMIK Jabar)

Metode Pembelajaran Blended Learning di Saat Pandemi Covid-19

Berkaitan dengan Metode pembelajaran di Kampus STMIK Jabar, pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri. Beberapa dosen STMIK Jabar sudah terbiasa menerapkan metode pembelajaran blended learning dalam perkuliahan. Materi yang diberikan menggunakan media video tutorial dan beberapa aplikasi pembelajaran online yang sudah ada, seperti: WA Group, Google Classroom, Zoom, Meet Google, bahkan Cisco WebeX, merupakan nilai tambah. Budaya ini menjadi konsen STMIK Jabar saat ini, termasuk program studi Sistem Informasi untuk terus membiasakan dan upaya peningkatan serta pemerataan pada setiap dosen maupun mahasiswa sehingga menjadi habit untuk tetap menjaga kualitas perkuliahan sesuai dengan semua capaian pembelajaran baik pada setiap matakuliah maupun capaian program studi dan institusi. (Kaprodi Sistem Informasi STMIK Jabar: Edi Firdaus, S.Kom., M.Kom.)