Rapat BEM STMIK Jabar dan Rencana Qurban tahun 2020

Yang dibahas pertama kali dalam rapat ini mengenai kegiatan beberapa UKM yang ada di STMIK JABAR. UKM tersebut yakni UKM LDKMIS yang berhubungan dengan keagamaan, UKM Pengembangan IT yang tentu saja berhubungan dengan IT, UKM TAB’S yang berhubungan dengan bisnis, UKM Media Kampus yang berhubungan dengan kreativitas dalam mengelola suatu media, UKM Olahraga & Seni yang mungkin sudah jelas ya keterkaitannya dengan apa. Lalu ada UKM Pecinta Alam yang tentu saja berkaitan dengan alam, dan ada UKM KSR yang tentu lebih berkaitan dengan kesehatan.

Beberapa bahasan coba kami angkat sehingga muncullah beberapa pertanyaan atau masalah dalam rapat kali ini yang tentunya harus kami temukan solusinya. Dalam hal ini, seluruh UKM sebetulnya sudah mempunyai program kerja masing-masing akan tetapi keberjalanannya cukup terhambat karena kondisi yang sedang tidak mendukung keberjalanan kegiatan yang telah diprogramkan tersebut, Covid-19. Walaupun begitu, sebagian dari UKM telah menyelesaikan beberapa program kerjanya dengan sistem daring seperti seminar atau apapun yang bisa menggunakan aplikasi-aplikasi online.

Kondisi di tengah pandemi covid-19 ini sangat menghambat keberjalanan program kerja UKM dikarenakan sulitnya bertemu antara anggota UKM untuk membicarakan dan melaksanakannya karena sebagian besar prokernya membutuhkan tempat dan pertemuan yang real (tidak online) dan belum ada planning lain sebelumnya.

Atas permasalahan-permasalahan tersebut, kami menemukan beberapa solusi yaitu kegiatan apapun mulai dilaksanakan saja keberjalanannya yaitu dengan sistem daring atau menggunakan media-media yang ada sebisa mungkin walaupun ruang lingkupnya masih belum terlalu besar misalkan hanya berjalan untuk internal yaitu mahasiswa atau pihak lainnya di lingkungan kampus. Solusi lainnya untuk anggota ataupun pihak yang bersangkutan dengan UKM yang tidak tahu kemana supaya lebih diingatkan lagi untuk keberjalanan proker serta kehadirannya dalam setiap kegiatan UKM yang telah direncanakan. Lalu untuk permasalahan ide dari setiap UKM, sebetulnya ide itu sudah ada dan tinggal lebih ditekankan lagi aksinya supaya ide-ide tersebut dapat terealisasi walaupun dengan cara yang tadi telah disebutkan tadi yaitu dengan cara daring atau melalu media.

Ada beberapa solusi atau saran yang telah dimusyawarahkan, antara lain:

  1. Jika ketua BEM merasa sebagian orang tidak bisa ikut berjalan dalam menggerakan kegiatan, ketua BEM tidak usah mudah menyerah ataupun kegiatan serta planingnya malah hilang begitu saja. Ketua BEM disarankan supaya tetap berjalan dalam menyukseskan setiap kegiatan atau rencana walaupun hanya dengan sebagian orang yaitu orang-orang yang setuju dan siap untuk diajak maju.
  2. Muncul ide dari UKM KSR untuk membuat program yang bisa dijual sebagai ladang usaha keuangan BEM serta UKM.

Itulah beberapa masalah dan solusi atau saran yang telah dimusyawarahkan dalam rapat kali ini. Oh iya, dalam rapat kali ini juga sedikit menyinggung tentang kegiatan qurban. Untuk kegiatan tersebut, susunan acaranya diserahkan kepada UKM LDKMIS untuk segera menyusunnya. Dalam acara qurban tersebut, Ketua BEM mengharapkan kami sebagai pengurus di keorganisasian untuk dapat hadir dalam menyukseskan acara atau kegiatan tersebut, juga lebih intensif berkomunikasi dengan kampus agar acara ini berjalan lancar.*Aan (Bandung, 05 Juli 2020).

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *