Diskusi Hati

Haluan..
Kini ternyata telah berubah arah
Bagai batu karang indah
Terseret ombak lalu pecah
Bagai sinar mentari yang menerangi
Tenggelam oleh waktu lalu pergi

Goyahlah sang zahra yang telah layu
Seliran angin membuatnya rapuh dan terjatuh
Bagaimana bisa udara masuk pada sela mahkotanya?
Jika kini ia telah terkunci tanah yang menguburi
Sang mentari kini tak lagi berfungsi
Ia pergi bersama rembulan yang muncul dimalam hari
Kini, tinggalah seorang diri
Dan kau berbisik “agar aku tidak lagi melukai”

Bagiku
Tak ada yang salah dari sebuah harap
Ia selalu berkemah pada akal yang terasa lemah
Tak ada yang salah dari sebuah rindu
Ia selalu datang menyapa hati yang terasa sepi
Tak ada yang salah dari sebuah kenang
Ia selalu berlalu lalang walau kini sudah petang

Yang salah hanyalah AKU
Hanya aku yang mempunyai “tak ada yang salah Bagiku”

Lalu KAU
Siapakah Kau sebenarnya?
Apakah rembulan yang hanya datang dikala petang?
Ataukah mentari yang kian menyapa dipagi hari?
Gemetarlah hati ini
Ia tiada lagi penghuni
Aku merindukan seseorang yang bahkan ku tahu
tak sepantasnya lagi untuk kurindukan
Aku mencintai seseorang yang bahkan ku tahu
tak seharusnya lagi ku mencintai
Bumi terasa sepi bak kota yang telah mati
Langit gelap bak gua yang tiada menerangi
Fikiran kosong bak rumah tiada penghuni
Bisakah KITA kembali?
Jika tidak, biarkanlah aku bermimpi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *