Indonesia Darurat Programmer

Belajar bahasa pemrograman atau lazim juga disebut ngoding merupakan salah satu yang dipelajari pada disiplin ilmu bidang TIK dalam menjawab tantangan di era Revolusi Industri 4.0.

Setiap harinya di Indonesia banyak sekali lowongan pekerjaan yang membutuhkan programmer baik itu programmer berbasis web ataupun mobile dan juga profesi serumpun lainnya. Menurut informasi dari Kominfo, Indonesia berambisi menjadi negara ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara pada 2025 mendatang. Namun jumlah programmer yang ada saat ini menjadi kendala dan disebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan alias supply and demand masih belum balanced.

Dan sebagai perbandingan kualitas Pendidikan khusus TIK Indonesia menempati peringkat ke-8 di Asia Tenggara dan masih kalah jauh oleh negara tetangga lainnya. Selain kualitas pun juga dengan kuantitas programmer di Indonesia masih sedikit sekali jika dibandingkan dengan kebutuhan dunia Industri. Sehingga banyak perusahaan raksasa di Indonesia sebut saja seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka “mengimpor” tenaga ahli dari negara lainnya untuk membantu membangun sistem dan infrastruktur terutamanya yang paling saya sering dengar adalah dari negara Bollywood alias India.

Lalu ada dimana programmer Indonesia?
Lewat info dari beberapa teman yang bekerja di perusahaan sekelas Unicorn di Jakarta. Pada umumnya tenaga ahli yang diimpor oleh perusahaannya merupakan seorang ahli Software Engineering yang sengaja didatangkan untuk melatih (training) programmer dari negri kita sendiri. Dan tenaga ahli inilah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan skill programming adapun mereka dibayar per jam nya berkisar pada 4 digit dollar!

Bukan berarti penulis merendahkan kualitas dari tenaga ahli asal negri sendiri, akan tetapi jumlahnya yang masih sedikit memaksa banyak perusahaan besar untuk merekrut dari negara luar sebagai langkah akselerasi yang paling efektif.

Dan sebagai bahan pertimbangan terutama bagi mahasiswa jurusan TIK, baik yang focus sedari awal masuk kuliah ataupun mahasiswa yang merasa salah dalam mengambil jurusan, ayo tanggung jawab selesaikan kuliah dengan baik dan jangan lupa mulailah belajar ngoding dari sekarang! (Galih, M.Kom., Dosen STMIK Jabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *